“Punti Bangik” UKM Binaan Yayasan Alfian Husin Tembus Pasar Mancanegara

Bandarlampung – Untuk memperkenalkan oleh-oleh khas Lampung hingga ke mancanegara, Yayasan Alfian Husin menggandeng Dayin Fujiyanti selaku owner “Punti Bangik” untuk menjadi binaan.

“Produk saya ini adalah innovasi dari keripik pisang yang sudah dikenal di masyarakat, biasanya kita menemui keripik pisang yang dibalut dengan coklat bubuk, kalau “Punti Bangik” ini pisang dibalut dengan coklat lumer, sehingga kami menyebutnya keripik pisang lumer pertama di Lampung,” jelasnya Dayin

Ia juga menjelaskan semenjak menjadi binaan Yayasan Alfian Husin pada tahun 2017, produknya telah sabet juara I di perlombaan Alahmadi Award ke-6 Tahun 2017 kategori “Agri Inovatif”.

Mengambil jargon ‘Piil Ni Ulun Lampung’ yang artinya gengsinya orang lampung, produk ini telah di fasilitasi display produk oleh Yayasan Alfian Husin untuk di pasarkan di tiga negara pada saat perjalanan lateral thinking. Negara yang telah dikunjungi yaitu Singapore, Malaysia, danThailand.

“Alhamdulillah berkat Yayasan Alfian Husin & Darmajaya produk saya lebih dikenal hingga ke mancanegara, dari perjalanan ke tiga negara itu, telah memberikan saya banyak relasi dalam penjualan produk,” terang Dayin

Ia juga menceritakan dalam perjalanan itu, ia telah mendisplay produknya sejumlah 14.000pcs di tiga negara tersebut.

“Berawal dari perjalanan ini, permintaan terus berdatangan, khususnya di negara Singapore tapi karena masih banyak yang harus diperbaiki dari kemasan dan sebagainya, kami masih belum bisa memenuhi permintaan tersebut,” tambah Dayin

Dr. Andi Desfiandi, SE., MA selaku Ketua Yayasan Alfian Husin mengutarakan kebanggaannya akan produk lokal Lampung yang bisa dikenal hingga ke mancanegara.

“Selaku putra daerah Lampung, kami ingin melihat produk-produk Lampung ini tidak hanya merajai dipasar lokal saja melainkan bisa dikenal hingga ke mancanegara, dengan seperti itu secara tidak langsung para pelaku UKM ini juga dapat mempromosikan Lampung asal Indonesia selaku produksi keripik pisang,” ungkap Andi

Ary Meizari Alfian, SE., MBA selaku Bendahara Yayasan Alfian Husin dan mantan Ketua Kadin Lampung juga menambahkan, banyak potensi produk yang dihasilkan para UKM di Lampung ini yang mendapat respon bagus di pasar lokal dan internasional, namun mereka terkendala oleh akses dan relasi sehingga produk mereka hanya dikenal di kandang sendiri. Maka dari itu Yayasan Alfian memfasilitasi para pelaku UKM Lampung agar produknya di kenal hingga ke pasar internasional.

“Kami berharap bisa membina lebih banyak lagi pelaku usaha di Lampung yang mempunyai kreatifitas dan innovasi produk khas Lampung, agar mereka menpunyai peluang yang sama dengan para pengusaha lainnya untuk meraih pasar domestik dan mancanegara,” harap Ary