Menarikan Tarian Kreasi Muli Betanggai, Mahasiswa Darmajaya Masuk Final di Taiwan

Bandarlampung – Mahasiswa Darmajaya kembali torehkan prestasi di Taiwan, melalui tarian yang bernama Tari Kreasi Muli Betanggai asal Lampung mampu membawa Yolanda Apri Yanti, Faity Christie, dan Lorensia Lilik Panca Asih masuk final perlombaan tari untuk para pendatang di Provinsi Kaohsiung, Sabtu (21/10).

Menurut Rahmalia Syahputri  selaku Kepala Kantor Urusan Hubungan Internasional (KUHI) Darmajaya mengutarakan perlombaan itu dilaksanakan di Cheng Shiu University Taiwan, dimana ke lima mahasiswa Darmajaya sedang mengikuti program student mobility dan joint research.

“Dari 15 peserta yang mengikuti perlombaan ini, tarian Kreasi Muli Betanggai mampu lolos final masuk 3 besar dan mengalahkan pesaingnya yang rata-rata penari professional, rencananya ditanggal 25 November 2017 mahasiswa Darmajaya akan bertanding di perlombaan setingkat nasional di Kota Taipei,” cerita Rahmalia

Yolanda, Faity, dan Lorensia mengutarakan kebahagiaannya bisa lolos dalam kompetisi ini, mereka tidak menyangka respon yang diberikan oleh penonton dan juri sangat baik.

“Awalnya kami hanya ingin memperkenalkan salah satu tarian asal Indonesia yaitu Tarian Lampung kepada para penonton yang rata-rata adalah mahasiswa asing, kami tidak menyangka ternyata responnya sangatlah bagus dari juri sehingga masuk ke final, tentunya kami sangatlah bangga tarian dari daerah asal kami (Lampung) mampu mengalahkan peserta lain,” ungkap Yolanda saat diwawancarai menggunakan media online

Begitu pula rasa bangga dirasakan oleh Nurul Fadila, mahasiswa Darmajaya yang ikut dalam program student mobility. Ia menceritakan dengan keterbatasan waktu yang teman-temannya miliki, ia membantu untuk mempersiapkan semuanya dari busana dan membuat hiasan kepala perlengkapan tarian Kreasi Muli Betanggai.

“Dengan waktu yang singkat dan keterbatasan assesories untuk tarian, kami mensiasati untuk hiasan kepala penari dibuat sendiri menggunakan kertas marmer, Alhamdulillah dengan keterbatasan itu ternyata kami lolos masuk final,” papar Nurul

Begitupula yang diungkapkan oleh Ronal Diantry salah satu mahasiswa Darmajaya yang mengikuti program joint research dan selaku manager team tari juga merasa bangga karena tarian Lampung bisa dikenal hingga mancanegara.

“Di luar dugaan, ternyata banyak penonton yang terkesan dan memberi pujian positif, kami berharap tarian kebudayaan ini akan terus dilestarikan di Lampung karena ini adalah kebangaan kami sebagai warga daerah Lampung,” ungkapnya

Dr. Andi Desfiandi, SE., MA selaku Ketua Yayasan Alfian Husin merasa bangga dengan prestasi yang diraih oleh mahasiswa Darmajaya, menurutnya mahasiswa Indonesia yang sedang berada di luar negeri adalah icon untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia di mata dunia. Sehingga dapat memberikan magnet agar dapat berkunjung ke Indonesia baik sebagai wisatawan maupun pelajar asing.

Ia juga menambahkan, sudah seharusnya mahasiswa Indonesia yang akan belajar ke luar negeri dibekali oleh pengetahuan/wawasan tentang kebudayaan Indonesia minimal kebudayaan daerahnya masing-masing karena secara tidak langsung akan menjadi magnet bagi negara lain untuk bisa berkunjung ke Indonesia.

“Sudah seharusnya mahasiswa Indonesia yang akan belajar ke luar negeri dibekali oleh pengetahuan/wawasan tentang kebudayaan Indonesia minimal kebudayaan daerahnya masing-masing karena akan menjadi magnet bagi warga asing untuk bisa berkunjung ke Indonesia,” ungkap Andi

Saat ini mahasiswa Darmajaya yang sedang menempuh pendidikan di Cheng Shiu University Taiwan berjumlah 5, yang terdiri dari 4 mahasiswa student mobility dan 1 mahasiswa joint research. Mereka menempuh pendidikan disana selama satu semester hingga Januari 2017.