Ketua Yayasan Alfian Husin Menjadi Pemateri “Talk Show dan Kelas Kreatif BUMN Hadir Untuk Negeri” PT Bukit Asam

Bandar Lampung – Sebanyak ribuan mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya antusias mengikuti acara talk show dan kelas kreatif ‘BUMN Hadir Untuk Negeri’ yang diselenggarakan oleh PT Bukit Asam, Kamis (4/4/19).

Hadir pula di acara ini Hadis Surya Palapa selaku General Manager PT Bukit Asam Tarahan Lampung. Dalam sambutan singkatnya, kegiatan ini merupakan rangkaian dari HUT BUMN yang ke-21.“Ini merupakan program besar dari BUMN yang selama ini telah dijalankan dengan menghabiskan dana triliunan, karena BUMN ingin berbagi ilmu dengan kaum millenial,” paparnya

Ia juga mengutarakan bahwa PT Bukit Asam selama ini juga selalu peduli dengan lingkungan. “Lingkungan tidak hanya alam sekitar saja melainkan manusia juga masuk dalam kategori itu, maka untuk menyeimbangkan lingkungan, kita buat kelas kreatif dan pembekalan ke masyarakat sekitar dalam enterprenuer agar menciptakan pekerjaan dan penghasilan sendiri,” ungkapnya

Acara ini menghadirkan narasumber yang cukup keren-keren di session talk show, yakni Arviyan Arifin selaku Direktur Utama PT Bukit Asam, Tbk, Cyndi Alvionita Bahder selaku Co-Founder Warunk Upnormal, Tri Sumono selaku motivator dan penulis ‘Manusia 4 Kuadran’, dan Dr. Andi Desfiandi, SE., MA selaku Pengamat Ekonomi & Penggagas Entrepreneur Lampung.

Dr. Andi Desfiandi, SE., MA memaparkan mengenai Revolusi Industri 4.0, dimana industri digital tumbuh sangat cepat dibandingkan industri-industri yang lain. Contohnya saja aplikasi karya anak Indonesia yaitu Gojek.

“Siapa yang gak pernah naik gojek, bahkan sebagian mahasiswa disini pasti ketergantungan dengan aplikasi ini, karena aplikasi ini menawarkan innovasi baru yakni kemudahan,” papar Andi

Dalam data kapitalisasi pasar (market cap) di bursa saham tahun 2016, saham Gojek senilai $1,3 miliar atau setara Rp17 triliun mampu mengalahkan perusahaan besar seperti Garuda Indonesia yang mempunyai 197 pesawat dan menguasai 40% penerbangan domestik hanya di hargai Rp12,3 triliun, dan Blue Bird yang memiliki 26.719 armada taksi reguler, 1.223 taksi eksekutif, 4.918 limosin dan mobil sewaan serta 567 unit bus Rp9,8 triliun.

Hal ini membuktikan bahwa innovasi sangat dibutuhkan di zaman revolusi industri 4.0, tentunya ini menjadi peluang juga untuk mahasiswa/i atau generasi millenial yang dituntut untuk lebih kreatif dan innovatif dalam membut terobosan-terobosan di industri digital.

“Data Bank Indonesia memaparkan bahwa perputaran uang di Indonesia pada bulan Maret 2019 mencapai Rp 33 triliun sampai Rp 35 triliun per hari. Jika dibandingkan dengan perputaran di pasar uang pada periode lalu di bulan yang sama yang mencapai angka Rp 24 triliun sampai Rp 25 triliun, meningkatnya perputaran uang ini juga dipengaruhi oleh jual beli online, pembayaran menggunakan uang elektronik seperti e-pay, gopay, paytren dan masih banyak lagi, ” jelas Andi

Tambahnya, perkembangan digital ini telah mengubah prilaku manusia, dulu transaksi barang harus ke toko atau kerumah,

“Dulu kita kalau ingin membeli barang harus ke toko atau ke pasar, tetapi diera digital ini pembeli bisa membeli barang dari rumah dan penjual bisa mmenawarkan barangnya hingga keseluruh Indonesia, semua itu dipermudah dengan adanya smartphone dan pembayaranmu tak perlu keluar rumah mencari ATM karena dipermudah dengan mobile banking atau internet banking,” paparnya

Tapi secanggih apapun terknologi saat ini, tidak akan pernah bisa menggantikan perasaan manusia. “Secanggih apapun teknologinya disekitar kita, tidak akan pernah bisa mengantikan perasaan sayang kepada sesama manusia, seperti ibu dengan bayinya, dan ayah dengan anak-anaknya karena Allah SWT menciptakan manusia mempunyai hati dan akal pikiran,” tutupnya (*F/HumasYayasanAlfianHusin)