Amanah Orang Tua, Keluarga : Yayasan Alfian Husin Didirikan untuk Berbakti dan Berbagi

Bandar Lampung – Keluarga besar Alfian Husin menginginkan Yayasan yang didirikan kedua orang tuanya dapat berbagi dengan masyarakat. Hal ini terungkap dalam talkshow Milad ke 24 Yayasan Alfian Husin di Mall Boemi Kedaton, Sabtu, 2 Maret 2019.
Talkshow yang dihadiri Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A., dr. Lyza, Ary Meizary, S.E., M.B.A., dan Ir. Firmansyah YA, M.B.A., M.Sc., ini juga untuk mengenalkan lebih dekat Yayasan Alfian Husin kepada masyarakat Lampung.
“Awalnya Yayasan Alfian Husin berdiri karena pengabdian papi (ayahanda Alfian Husin) kepada Provinsi Lampung sebagai tanah kelahirannya. Selama ini karena pengabdiannya sebagai ASN yang telah melanglang buana. Di akhir pengabdian beliau sebagai abdi negara kembali ke tanah kelahirannya tanggal 5 Januari 1995 mendirikan Yayasan Alfian Husin,” ucap Andi Desfiandi.
Mulanya dibuka LPK Tanjung Karang dan tahun 1997 peningkatan status menjadi sekolah tinggi ilmu komputer (STIK). “Tahun 2001 berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE). Itu adalah awal kiprah dari Yayasan Alfian Husin yang saat itu adinda Ary dan Lyza mengurusnya karena saat itu saya memiliki kesibukan bisnis di Jakarta,” ucap mantan Rektor IIB Darmajaya ini.
Andi menerangkan bahwa kedua adiknya yang awal membantu usaha kedua orang tuanya. “Adinda inilah yang membidangi dan menjalankan STMIK Darmajaya. Kami semua 100 persen mendukung yang menjadi harapan orang tua kami. Adik-adik saya lebih dulu melakukan pengabdian kepada provinsi Lampung,” tuturnya.
Selain bisnis, lanjut dia, juga terdapat misi lain yakni untuk berbakti dan berbagi. “Sebenarnya kami juga wajib berbakti kepada kedua orang tua dan berbakti kepada negara. Itu adalah wujud kita berbakti kepada kedua orang tua. Yang utama yakni berbakti kepada Allah SWT. Kita berbakti kepada ketiga tadi. Setelah berbakti tadi kita juga bersama stakeholder dan mendapatkan rezeki yang dilakukan untuk berbagi. Kita juga punya program berbagi tadi,” bebernya.
Yayasan Alfian Husin, kata Andi, amanah yang harus dipegang teguh untuk dijalankan. “Ini semua dari keluarga Alfian Husin. Salah satu amanah dari orang tua kami yakni kekeluargaan ini terekat hingga akhir hayat,” ujarnya.
Ary Meizary mengatakan bahwa dari niat kedua orang tua ingin memajukan Provinsi Lampung sehingga dapat memaksimalkan potensi Bumi Ruwa Jurai. “Kita mulai dari lembaga pendidikan karena kita tahu untuk mengurus sekolah tinggi membutuhkan waktu. Pada saat itu mungkin karena tidak begitu sibuk saya diminta untuk memulai usaha keluarga tersebut. Kita memulai dengan membutuhkan waktu yang tidak cukup sedikit juga. Waktu itu juga kompetitif,” ucap pria yang menjabat Bendahara di Yayasan Alfian Husin ini.
Mantan Ketua Kadin Lampung ini menerangkan bahwa setiap unit usaha yang didirikan bisa berkembang maksimal dan bermanfaat bagi karyawan maupun masyarakat Lampung,” imbuhnya.

Firmansyah menjelaskan bahwa awalnya dari cinta pembentukan Yayasan Alfian Husin. “Cintanya orang tua kami terhadap Lampung. Kenapa pendidikan? karena untuk membangun suatu bangsa dan mencerdaskannya dari pendidikan,” ucapnya.
Darmajaya dulu, kata dia, hanya 63 orang dan kebun kelapa. “Di tahun ketiga yakni 1999 kita membangun masjid, kakak saya mewakafkan hartanya untuk masjid. Disitu kenaikan penerimaan mahasiswa mendapatkan 500. Saya sering menyebut dulu mahasiswa-mahasiswa Darmajaya martir. Tahun ini juga kita berencana akan menambah tujuh program studi,” tuturnya.
Rektor IIB Darmajaya ini menerangkan Yayasan Alfian Husin selama ini telah memberikan banyak beasiswa. “Ratusan beasiswa sudah disalurkan. Itu rutin diberikan kepada yang berhak dan kita benar-benar menyeleksi. Yayasan juga setiap tahun ada bantuan perbaikan rumah ibadah, fakir miskin dan lainnya,” ujarnya.
Dr Lyza menambahkan kedua orang tua juga berpesan untuk mementingkan keluarga. “Kami selalu diajarkam oleh orang tua yang paling utama adalah keluarga,” ucapnya.
Ary dalam penutup talkshow menerangkan bahwa potensi Provinsi Lampung sangat besar. “Kami berharap dapat membangun Lampung terus. Ada keinginan untuk membangun hotel dan resort kedepannya tapi kita lihat nanti,” tutupnya.